AFC adalah salah satu program televisi channel Indovision yang sering
kami lihat tayang di televisi akhir-akhir ini. Hampir semua anggota
keluarga di rumah menyukai siaran kuliner ini. Kenapa? Karena di channel
ini semua program menyajikan kuliner Asia dalam bentuk proses masak
yang menarik dan dengan chef yang cantik dan cakap. Hal ini pula yang
menyebabkan kami di rumah sangat menikmati semua acara yang disajikan di
channel ini.
Yang menjadikan channel ini menarik adalah beberapa
program disajikan dalam bahasa Melayu. Hal ini mengakibatkan kami bisa
dengan jelas memahami bahasa yang masih serumpun ini. Selain itu
bahan-bahan yang dipakai adalah bahan-bahan yang biasa kami temui di
Indonesia. Artinya semua hampir semua bahan bahan masakan yang digunakan
adalah sama. Kita bisa menemui dengan mudah bahan tersebut.
Salah
satu chef favorit saya adalah Ana Olson, seorang chef pastry yang
sangat berpengalaman. Ana sudah melanglang buana berbagi ilmunya tentang
kue-kue. Sekali-sekali dia juga masak masakan untuk lunch, dinner dan
sudah pasti kue-kue lezat. Ana seorang chef yang sangat teliti menurut
saya. Tiap tindakan yang dia lakukan pasti dibarengi dengan penjelasan
yang teoritis. Ilmunya benar-benar mapan secara akademik. Ini yang
membedakan cara dia memasak dengan French Food at home. Meskipun
sama-sama berpengalaman, Ana lebih banyak menjelaskan teori daripada
sekedar pengalaman memasaknya.
Yang banyak menyita perhatian saya
adalah berbagai program dari AFC itu sendiri yaitu shooting-shooting
yang dilaksanakan di Malaysia dan Singapura. Seperti kita ketahui di
Malaysia dan Singapura, bahasa yang dominan diucapkan di kedua negara
ini adalah Melayu, China (Kanton) dan Inggris. Itulah kemudian tiga
bahasa ini saling mempengaruhi dan meminjamkan (borrowing and loan
words). Disamping itu para penutur bahasa di dua negara tetangga ini
juga seringkali menerapkan code switching dan mixing ketiga bahasa
dominan itu. Apabila ada kesamaan bahasa di Indonesia berarti kata-kata
tersebut adalah bahasa Melayu. Mungkin karena ratusan bahasa lokal yang
mendominasi budaya dan bahasa di Indonesia menyebabkan bahasa Melayu
ini hanya dipergunakan di sebagian propinsi saja, seperti misalnya di
Sumatra.
Mereka yang berasal dari daratan China terutama di lokasi
penting di daratan super luas ini yaitu Teochew. Rupanya dulu terjadi
migrasi besar-besaran dari negeri ini menuju seluruh tempat di dunia.
Terutama di semenanjung Melayu. Hingga kemudian bahasa Mandarin sangat
mempengaruhi kehidupan berbahasa di dua negara ini. Salah satu
presesnter favorit saya Jason Yeoh dengan fasih berbicara dalam tiga
bahasa ini. Saat dia berada di Bali, Jason juga dengan santai ngobrol
dengan seorang ibu dengan menggunakan bahasa Melayu yang jelas dan mudah
dipahami.
Kebudayaan China Teochew sangat besar memberikan
dampak dan kontribusi kepada kegiatan budaya sehari-hari di dua negara.
Bahasa Inggris yang sebenarnya sudah mulai menipis di Malaysia
sebenarnya masih dipakai aktif di beberapa lokasi tempat. Mungkin saat
anda menonton program kuliner milik TV AFC, Makan Angin, anda akan
mendapat gambaran yang mencengangkan tentang suku Bugis yang juga
dominan berada di negeri Malaysia. Maka tak ayal presenter Makan Angin
mengucapkan salam khas Bugis 'Aga Kareba'. Dan saat itu hidangan yang
disajikan oleh sebuah keluarga Bugis di Malaysia adalah juga hidangan
khas dari daratan Sulawesi Selatan.
Para presenter dan host acara
kuliner dari seluruh penjuru dunia yang programnya ditayangkan di AFC
ini kebanyakan dari negeri-negeri berbahasa Inggris (English Speaking
Country). Namun demikian hubungan antara presenter dengan station TV AFC
benar-benar dijaga layaknya program tersebut adalah produksi dari AFC.
Sebenarnya para host tersebut seperti hanya mengirimkan file atau DVD
nya saja untuk ditayangkan. Namun demikian, sesekali ternyata mereka
membuat clip-clip unik yang mempromosikan Channel Kuliner terkenal ini,
AFC.
Ana Olson memang pernah diundang untuk demonstrasi masak di
Singapura dan Indonesia. Naamun ada juga salah satu chef, host sebuah
program kuliner, Nigella Bite, yang belum pernah menyentuh sisi-sisi
promosi chanel TV AFC ini, sempat menyebutkan bahwa dia menyukai
sambal-sambal di seluruh dunia. Salah satunya yang saya sempat kaget
saat melihat adalah kesukaannya pada sebuah produk sambal dalam botol
dengan nama produk 'Sambal Oelek'. Ini benar-benar sambal khas
Indonesia. Nigella menyebutkan bahwa salah satu bahan ingredients dalam
sambal oelek ini adalah terasi. Benar-benar sangat mengIndonesia.
Terasi memang sangat lezat dimix dengan cabe dan tomat. Tapi mungkin
kita tidak tau bahwa terasi juga bisa ditemukan di semenanjung Melayu
yang dalam bahasa Melayu disebut dengan belacan. Di sebagian daerah di
Indonesia bagian Timur, terasi juga disebut belacan atau balacang.
Bahasa Melayu memang juga mempengaruhi bahasa di masyarakat Indonesia
Bagian Timur.
Di Singapura juga bisa ditemukan tumis kangkung,
seperti yang sering disajikan di beberapa program. Tumis kangkung ala
Melayu ini bahkan masih asli mempergunakan terasi sebagai salah satu
bumbunya dan udang sebagai bahan campurannya. Di Indonesia tumis
kangkung sudah menjadi kegemaran masyarakat dari kalangan bawah sampai
atas. Mungkin karena mahalnya bahan udang sehingga kebanyakan masakan
tumis kangkung ini tidak disertai dengan udang sebagai campurannya, pun
terasi.
Ada beberapa kata-kata yang memiliki persamaan dari
beberapa rekaman-rekaman yang sudah saya dokumenkan, yaitu kata-kata
yang dipergunakan di dalam istilah-istilah kuliner di ketiga negara ini
termasuk Indonesia sebagai salah satu pengguna bahasa Melayu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar