Kuliah pasca bukan lagi barang baru saat ini. Kuliah di pasca bukan
lagi barang mewah di era ini. Ratusan mahasiswa berkehendak melanjutkan
ke jenjang yang lebih tinggi setelah melalui masa wisuda S1 dan atau
memang mengambil program elit tersebut dikarenakan kebutuhan kerja yang
semakin menantang.
Banyak institusi pendidikan mendirikan program
pasca untuk memfasilitasi kebutuhan dan permintaan banyak mahasiswa
dan alumni S1 di Indonesia. Sehingga hal ini menjadi kebutuhan dan
keinginan banyak orang untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih
tinggi.
Sekitar tahun 95an sudah banyak permintaan para mahasiswa
untuk melanjutkan studi, terutama di perguruan tinggi negeri
penyelenggara program pasca sarjana. Saat itu kebanyakan hanya
orang-orang yang sudah bekerja dan berumur yang mengikuti program studi
pasca sarjana. Namun saat ini bahkan fresh graduate pun tak kalah
ambil alih untuk bisa mengupgrade diri melalui studi lanjut ini.
Sekedar
ingin memberikan saran, tulisan ini mudah-mudahan menjadi inspirasi
bagi para mahasiswa pasca dalam memilih perguruan tinggi maupun
menjalaninya selama tiga semester ke depan.
Penyelenggaraan
kegiatan belajar mengajar di program pasca biasanya dilakukan selama 3
semester. Dan selama itu pula biasanya mahasiswa pasca dikenai biaya
administrasi sampai menjelang ujian tiba. Apabila bijak memanage waktu,
sisa 1 semester bisa dipergunakan untuk menyelesaikan thesis. Bagi
mahasiswa S3 diperkirakan satu tahun bisa menyelesaikan disertasinya
setelah 3-4 semester teori dilaksanakan.
Banyaknya buku-buku yang
dibutuhkan oleh mahasiswa pasca, mengakibatkan biaya studi menjadi
membengkak. Buku-buku tersebut sangat besar dan tebal. Salah satu
strategi mahasiswa pasca untuk mengurangi beban biaya buku yang
membengkak adalah dengan meminjam kakak tingkat atau dowloand buku-buku
e-book. Saat ini buku-buku sudah banyak didapatkan dalam bentuk PDF
atau print document file. Buku-buku lama terutama, sudah banyak yang
telah dikonversikan ke dalam versi PDF.
Buku-buku ini juga
beragam. Ada buku yang memang sengaja dibuat dan tidak ada hubungannya
dengan mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa. Sehingga mahasiswa
membeli buku ini sebagai pelengkap materi saja. Sedangkan ada juga
dosen yang mendesain bukunya yaitu memeras dari puluhan buku-buku wajib
yang telah diajarkan dan dipakai oleh mahasiswa pasca sebelumnya.
Sehingga
mungkin sangat disayangkan apabila mahasiswa tidak memanfaatkan buku
intisari dari seluruh materi yang telah pernah diajarkan sebelumnya.
Buku-buku research banyak direproduksi kembali oleh para dosen agar
bisa memanjakan mahasiswanya dengan buku-buku research yang lebih mudah
dipahami bahasanya. Kebanyakan buku-buku research terkenal dengan
bahasanya yang kurang bisa dipahami. Para pakar research seperti Bogdan
dan Bilken tak urung menjadi rujukan utama dosen yang mendesain buku
ajar research. Salah satu buku yang sangat enak dibaca dan menjadi
rekomendasi untuk mahasiswa pasca adalah buku Research Methodology yang
disusun oleh Prof. Adnan Latief. Buku berbahasa Inggris yang mudah
dipahami ini mudah didapat di Kota ini.
Kuliah di pasca memang
berat, namun banyak trik dan cara yang membuat anda menjadi tidak
berat. Semisal contoh kelompok diskusi. Banyak kegiatan belajar di
pasca sarjana diisi dengan diskusi dan presentasi. Disamping itu pula
tugas-tugas mingguan, tengah semester dan tugas akhir semester. Semua
itu membutuhkan prioritas penuh dari kita untuk menjalaninya. Trik
sangat diperlukan agar tidak menumpuk di awal, tengah maupun akhir.
Oleh karena itu saat awal dosen membeberkan silabus perkuliahan saat
itulah terbentuk kelompok-kelompok diskusi dan presentasi. Saat itu
pula anda mengajukan diri untuk tampil di kelompok awal. Misal kelompok
satu atau dua. Apapun yang terjadi, mungkin anda grogi. Namun ini
adalah titik awal dari seleuruh presentasi di kelas anda.
Sebenarnya
presentasi di depan kelas adalah sekedar test speaking. Apabila anda
lancar berbicara, anda pahami apa yang anda tulis dalam paper, dan anda
jawab setiap pertanyaan dan tanggapan dengan jelas dan sopan itu sudah
lebih dari cukup. Jawaban-jawaban yang tidak menggurui, jawaban yang
komprehensif dan jelas tanpa ada rekayasa karena anda tidak paham isi
paper, ini akan menjadikan diskusi menjadi hangat. Terima setiap
masukan dari rekan di kelas, pula masukan dari dosen pengampu. Yang
jelas jangan sampai berargumen dengan dosen dan mempotong bicara
mereka. Ini akan menjadi petaka anda seumur hidup, apalagi bila dosen
pengampu mata kuliah anda adalah dosen killer.
Ternyata masih ada
dosen pasca yang masih mempergunakan OHP atau over head projector dalam
kegiatan mengajarnya. Sungguh out of date!
Namun apa yang
disajikan oleh dosen Landasan Pendidikan ku ini sangat luar biasa.
Pengalamannya sebagai dosen puluhan tahun dan melanglang buana ke
seluruh dunia sangat berarti bagi kami mahasiswa yang notabene buta
dunia. Tau dunia hanya dari globe! Itu masalah besar sebenarnya.
Namun
professor saya ini tak lekang oleh zaman. Staff pasca pun dengan
tergopoh-gopoh gotong mesin OHP tersebut ke dalam ruang kelas. Banyak
kelakar teman-teman yang mengatakan ingin copy file dan memasukkan
flash disck. Lalu mau dimasukkan dimana?? (gue juga binun)
Apa
yang sering dihadapi oleh mahasiswa pasca justru bukan pada masalah
belajar atau masalah keuangan. Mereka semua sudah siap secara
finansial. Mereka mendaftar karena ada dana tersebut. Atau mereka
mendaftar karena ada yang menyokong dana dari institusi dimana mereka
bekerja. Secara finansial dan strategi belajar, sebenarnya justru tidak
ada masalah. Itu adalah masalah-masalah yang banyak dihadapi oleh
mahasiswa S1 sepertinya.
Namun apa sebenarnya yang sering dihadapi oleh mahasiswa pasca??
Anda
tau apa? Hanyalah kesulitan pada masalah-masalah sosial malah! Seperti
contoh : masalah yang muncul saat tengah studi adalah nikah, hamil,
putus dana SPP karena kebutuhan lain, jarak yang jauh dengan rumah yang
mengakibatkan masalah komunikasi, keadaan dirumah yang tidak
memungkinkan untuk belajar dengan lancar, situasi kelas dimana harus
bersosialisasi dengan orang-orang dewasa (pembelajar dewasa) yang
memiliki strategi belajar berbeda dan lain-lain.
Artinya apa? Hal-hal seperti kesulitan keuangan malah bukan mendominasi masalah-masalah mahasiswa pasca.
Saat
dosen memberikan tugas-tugas terstruktur, itu adalah prioritas kerja
mahasiswa pasca. Semakin kita menunda kerja, semakin bertambah masalah.
Saat tugas menumpuk di akhir semester, kita tidak tahu apa yang
terjadi. Bila sakit melanda, atau masalah lain yang harus diselesaikan
saat itu, maka tiada kata lain. Kita hanya bisa mengatakan menyesal
kenapa tidak dari awal kita kerjakan.
Oleh karena itu strategi
menempatkan kelompok di awal menjadi penting karena anda bisa cepat
mengerjakan tugas-tugas yang lain yang masih menunggu. Belum lagi
tugas-tugas dari institusi dimana anda bekerja yang belum
terselesaikan. Ini bisa anda kerjakan sembari menghabiskan kuliah
selama tiga semester.
Teman saya, mahasiswa S3 Ekonomi UB Buyung
Romadhoni sempat cerita yang keteteran karena tugas-tugas yang menumpuk
gunung. Tugasnya mencengangkan, yaitu mengumpulkan referensi berupa PDF
sebanyak 3000 judul. Hal ini mengakibatkan dia mengusung 2 buah
laptopnya dari Makassar, karena satu laptop saja ternyata tak cukup.
Satu dipakai untuk dibawa kuliah di kelas. Satu tetap di kos2annya
sedang mendownload tanpa henti. Memang mencengangkan temenku yang satu
ini. :p
Mungkin anda masih ingat, atau tau mahasiswa S1 itu selalu
berpenampilan segar, trendy dan modis. Cowok-cowok juga berambut
klimis dan ngebut dengan motornya masuk ke dalam kampus. Lain halnya
dengan mahasiswa pasca. Prof. Baradja dosenku sempat berkelakar saat
mengajar di kelas S1 mencium bau harum dan segar karena mereka adalah
para muda yang selalu tampil fresh. Lalu Prof. Baradja sambil tersenyum
mengungkapkan, inilah bedanya kalau mengajar di S1 dan di pasca. Kalau
di pasca para mahasiswa ini bau minyak angin. Ahahaha..ada-ada saja
Professor satu ini. Hmm cara mengajar beliau juga sangat out of date,
menggunakan OHP dan transparansi. Mudah-mudahan beliau diberi kesehatan
yang prima. Prof. Baradja, dosen favorit kita di UM. Doa selalu saya
ucapkan untuk beliau.
Yang lucu lagi, dulu ada teman yang punya
profesi paranormal. Hal ini dia lakukan dari sejak SMP karena kemampuan
itu dia dapatkan secara turun temurun. Jadi mau tidak mau dia harus
legawa menyimpan kemampuan tersebut. Namun asiknya dia bisa mengetahui
soal-soal UTS dan UAS sebelum test itu diadakan. Sehari sebelumnya dia
sempat telpon dan menunjukkan kisaran soal-soalnya. Dan woila! Ternyata
benar apa yang dia bilang. Haha..
Tapi itu tak lama. Setelah itu sahabat saya ini cepat lulus dan pulang terlebih dahulu ke Kalimantan.
Hmm sebuah pengalaman yang (masih) pendek. Panjang tapi susah untuk diceritakan kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar