Rabu, 31 Desember 2014

Upside Down

Sebuah film unik kulihat semalam, Upside Down.  Film dengan konsep berbeda dan kebetulan nggak kenal pemerannya semua. Atau emang saya yang kurang rajin ngikutin perjalanan film-film hebat di layar kaca maupun lebar. Namun film ini sungguh dahsyat, kuacungi jempol empat. Konsepnya sangat beda. Agak ingat-ingat startrek sebenarnya. Karena lokasinya seolah di angkasa luar, gelap dan berlampu-lampu. Namun ini bukan di angkasa luar. Ini bahkan di lokasi yang tak pernah kubayangkan, dunia atas dan bawah, dunia yang saling berhadapan.
Adalah seorang pemuda yang berasal dari dunia bawah Adam Kirk, bertemu seorang gadis dari dunia atas. Mereka adalah teman kecil yang dulu suka bertemu di pegunungan yang menghubungkan antara dua dunia berbeda gravitasi ini Eden More. Keduanya dipertemukan di situasi yang cukup sulit. Adam memerlukan teknologi dimana gravitasi sudah bukan masalah lagi bagi mereka untuk bertemu. Awalnya dia harus memakai magnit berat dalam tubuhnya agar kakinya bisa menginjak dan berjalan di dunia atas. Namun lama-lama semakin susah karena alat tersebut hanya bertahan 1 jam sehingga dia sering menjadi buronan polisi dunia atas.
Keinginannya hanya satu, bertemu Eden kekasihnya.
Sebenarnya saya kurang setuju dengan pemeran Eden, kurang cantik. Hehe. Namn itu ukuran saya, beda dengan ukuran bule, mungkin sudah cantik. Hal ini karena pemeran Adam Kirk lumayan tampan dan cute.
Saat memperhatikan film ini saya benar-benar takjub kenapa bisa ide konsep seperti ini muncul. Betapa briliannya sutradara Upside Down. Saat melihat Star Trek The Next Generation saya sudah bisa menangkap tipuan-tipuan berupa animasi. Namn dengan membuat dua setting atas dan bawah, saya jadi berpikir panjang yang tidak habis-habis kapan selesainya ini.
Dan semua menjadi mungkin saat seorang sutradara menciptakan cerita meskipun jadi seperti impossible tapi terjadi jugak. Mengapa impossible..? Kadang saya bingung juga apa karena disortir oleh badan sensor, itu tau-tau si Eden jadi hamil. Kembar lage! Dwoh
Awalnya mereka bertemu di bebatuan berbentuk huruf C sehingga gravitasi dunia atas, dunia si Eden tidak bisa menarik dia ke atas karena tertahan batu, sebaliknya Adam Kirk yang berasal dari dunia bawah memposisikan dirinya agar bisa menyentuh Eden tanpa harus naik dekat ke Eden, nahloh bingung kan.
Namun hal itu menjadi point penting saya karena itu adalah saat mereka ciuman. Posisinya jadi membingungkan gitu.
Pendek kata, ini film heboh dan paling brillian yang pernah kulihat. Situasi gelap menjadikan film ini menjadi sedikit bernuansa klasik namun futuristik.
Silahkan browsing filmnya..ehehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar